Permasalahan penelitian
Permasalahan penelitian merupakan persoalan yang dihadapi peneliti dalam kondisi teoritik maupun praktek dan yang ingin dicari penyelesaiannya.
Permasalahan penelitian ada jika dijumpai kondisi berikut:
- Ada individu (kelompok individu atau organisasi). Individu (organisasi) tersebut bisa di dalam suatu lingkungan yang dipengaruhi oleh variable tak terkontrol.
- Ada paling sedikit dua cara aksi yang akan ditempuh. Aksi ini ditentukan oleh satu atau lebih variabel terkendali.
- Ada paling sedikit dua outcome (hasil) dimana outcome yang satu lebih disukai dari pada outcome yang lain.
- Aksi yang tersedia harus memiliki peluang untuk mencapai tujuan, tetapi aksi-aksi tersebut tidak memiliki peluang yang sama.
Dengan demikian permasalahan riset akan ada dibawah kondisi berikut:
- Harus ada individu atau organisasi yang memiliki kesulitan atau masalah
- Harus ada tujuan-tujuan.
- Harus ada alternatif cara mencapai tujuan yang diinginkan. Jadi paling tidak ada dua cara untuk mencapai tujuan tersebut.
- Harus ada beberapa keraguan dalam benak peneliti terhadap pemilihan alternatif tersebut.
- Harus ada lingkungan dimana kesulitan mengenai.
Permasalahan penelitian adalah persoalan yang diperlukan peneliti untuk dicari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut,
yaitu mencari jalan sehingga tujuan dapat dicapai secara optimal dalam kondisi lingkungan yang ada.
Memilih permasalahan
Hal-hal berikut perlu diperhatikan dalam pemilihan permasalahan:
- Permasalahan yang terlalu berlebihan sebaiknya tidak dipilih
- Permasalahan yang kontroversial sebaiknya tidak termasuk dalam pilihan.
- Permasalahan yang terlalu sempit atau samar sebaiknya dihindari
- Permasalahan yang dipilih peneliti sebaiknya yang familiar dan mungkin untuk dikerjakan.
- Peneliti perlu mempertimbangkan pentingnya permasalahan, kualifikasi dan ketrampilan peneliti, biaya yang diperlukan, waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan penelitian.
- Pemilihan permasalahan harus didahului dengan studi/ penelitian pendahuluan, khususnya jika yang diteliti merupakan permasalahan baru. Namun jika penelitian yang akan dikerjakan sangat mirip dengan menelitian terdahulu, hal ini tidak perlu dilakukan.
Jadi sebelum permasalahan final dipilih, peneliti harus mempertimbangkan:
- Apakah peneliti memiliki latar belakang yang cukup cakap untuk melaksanakan penelitian tersebut?
- Apakah penelitian akan memerlukan pembiayaan yang mampu disediakan?
- Apakah kerjasama yang diperlukan dapat dicapai dari orang-orang yang terlibat dalam penelitian?
Pentingnya menentukan permasalahan
Peneliti kadang-kadang tidak bisa membayangkan hal-hal yang akan dikerjakan, sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan seperti:
- Data apa yang akan dikumpulkan
- Bagaimana karakteristik data yang relevan yang perlu dipelajari
- Hubungan apa yang akan dipelajari
- Teknik apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan ?
Penentuan permasalahan perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti di atas.
Teknik penentuan masalah
Penentuan masalah perlu dilakukan agar peneliti dapat membatasi studi yang akan dikerjakan.
Tahapan penentuan masalah:
- menyatakan masalahan secara umum
- memahami sifat-sifat permasalahan
- menelusuri literatur
- mengembangkan ide-ide melalui diskusi
- menyatakan masalahan kedalam pernyataan operasional
Contoh
- "Cara pelaksanaan konsultasi KRS" di UMPR.
- Konsultas KRS saat ini dilakukan manual dan online.
- Cara konsultasi demikian mengakibatkan masalah:
- Mahasiswa bisa input mata kuliah ke siakad tanpa persetujuan Dosen PA.
- Mahasiswa bisa mendapatkan persetujuan Dosen PA tanpa harus menginput mata kuliah ke siakad.
- Ada dua aksi pilihan, yaitu ``Konsultasi sepenuhnya online'' dan ``Konsultasi sepenuhnya manual ''.
- Ada dua hasil, yaitu kualitas hasil masing-masing cara konsultasi.
- Tidak diketahui secara pasti bagaimana hasilnya jika dipilih salah satu cara
- Kedua cara konsultasi memiliki peluang yang berbeda untuk berhasil.
Kondisi di atas merupakan syarat adanya permasalahan.