Proses penelitian
Perumusan permasalahan penelitian
Ada 2 macam permasalahan riset:
- permasalahan yang terkait dengan keadaan alam
- permasalahan yang terkait dengan hubungan antar variabel.
Cara terbaik untuk memahami permasalah riset adalah :
- Mendiskusikan dengan kolega atau pakar yang mendalami masalah tersebut, misalnya:
di lembaga akademik kolega tersebut bisa dosen atau orang yang berpengalaman dibidangnya.
- Peneliti pada tahap ini juga harus mereview literatur yang terkait dengan topik riset.
Literatur Review
- Setelah permasalahan dirumuskan, peneliti perlu melakukan penelurusan literatur yang terkait permasalahan secara intensif.
- Misalnya: menelusuri abstrak dan indeks jurnal.
- Review jurnal, prosiding konferensi, monografi, laporan dan buku yang terkait dengan permasalahan.
- Literatur review juga berguna untuk mengetahui kebaruan permasalahan yang telah dirumuskan.
Literatur Review (jurnal)
- Sumber paling utama untuk acuan penelitian adalah jurnal ilmiah.
- Jurnal ilmiah merupakan publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian atau kajian yang telah dilakukan oleh seorang atau sekelompok peneliti.
- Jurnal ilmiah diterbitkan secara periodik dan ditujukan untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang berkualitas kepada komunitas ilmiah.
- Informasi terkait suatu jurnal dapat dilihat di halaman web jurnal tersebut.
Pemeringkatan Jurnal (Journal rank)
- Pemeringkatan jurnal banyak digunakan di kalangan akademis untuk mengevaluasi faktor dampak dan kualitas jurnal.
- Peringkat jurnal mencerminkan tempat jurnal dalam bidangnya, kesulitan relatif untuk diterbitkan dalam jurnal itu, dan prestise yang terkait dengannya.
- Informasi peringkat biasanya mencakup peringkat dalam angka absolut dan kuartil di mana jurnal berada
Lembaga pemeringkatan jurnal diantaranya:
- Scopus
- Wos of Science (Clarivate):
- Science Citation Index Expanded (SCIE)
- Social Sciences Citation Index (SSCI)
- DOAJ
- SCImago
- Google Scholar
- Sinta (Science and Technology Index) (Indonesia)
Tahap formulasi hipotesis kerja
- Setelah peneliti melakukan review terhadap literatur yang terkait dengan permasalahan risetnya, peneliti menyusun hipotesis kerja secara jelas.
- Hipotesis kerja merupakan asumsi tentatif yang dibuat untuk menarik dan menguji konsekuensi logis atau empirisnya.
- Hipotesis perlu dinyatakan secara sepesifik.
- Hipotesis perlu dinyatakan untuk memandu peneliti agar penelitian berjalan pada jalur yang benar.
Hipotesis kerja dapat dibentuk melalui pendekatan berikut:
- Mendiskusikan permasalahan dengan teman sejawat atau pakar
- Menelaah data atau rekaman jika ada
- Melakukan review studi yang sejenis dalam bidang yang sama atau studi pada persoalan yang serupa
- Melakukan eksplorasi dan investigasi yang mencakup interview pada skala terbatas.
Tahap persiapan rancangan penelitian
Setelah perumusan masalah riset telah dikalkukan dengan jelas,
peneliti perlu mempersiapkan rancangan penelitian, yaitu konsep struktur bagiamana riset akan dijalankan.\\
Persiapan rancangan penelitian dilakukan dengan mempertimbangan:
- cara memperoleh informasi
- ketersediaan dan keterampilan peneliti dan stafnya (jika ada)
- penjelasan cara dalam memperoleh informasi yang akan diolah
- waktu yang tersedia
- biaya yang terkait dengan penelitian.
Menentukan sampel
- Kumpulan semua objek yang menjadi perhatian penelitian dinamakan populasi.
- Pendataan seluruh anggota populasi dinamakan sensus.
- Dalam prakteknya, sensus belum tentu bisa dikerjakan.
- Karena itu pendataan hanya diambil dari bagian populasi, yang dinamakan sampel.
- Sampel probabilitas: peneliti bisa menentukan peluang terpilihnya setiap anggota. Penentuan sampel dengan cara random sampling, sistematik sampling, stratified sampling, cluster sampling.
- Sampel non-probabilitas: peneliti tidak bisa mengetahui peluang terpilihnya anggota. Penentuan sampel didasarkan pada kemudahan, pertimbangan dan kuota.
Pengumpulan data
Data dapat dikumpulkan melalui:
- eksperimen, dilakukan dengan melakukan pengukuran
- survey
Data yang dikumpulkan melalui survey dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
- Observasi: informasi dikumpulkan dengan melakukan pengamatan tanpa menginterview responden.
- Interview personal
- Interview telepon
- Kuesioner
Analisis data
Analisis data memerlukan beberapa tahap yang berkaitan, yaitu:
- pembentukan kategori, yaitu mengklasifikasikan data mentah kedalam kategori tertentu.
- penerapan kategori tersebut pada data mentah melalui coding, yaitu data kategori di transformasi ke dalam simbol yang dapat ditabulasi atau dihitung.
- tabulasi, data yang telah diklasifikasikan dinyatakan dalam format tabel.
- pengambilan kesimpulan secara statistik.
Pengujian hipotesis
Setelah data dianalisis, uji lanjut yang mungkin dilakukan adalah pengujian hipotesis.
-
Uji hipotesis dapat menggunakan uji-$t$, uji-$F$, uji Chi-squre dan sebagainya.
- Jenis uji tersebut dipilih sesuai dengan pernyataan hipotesis yang telah disusun sebelumnya.
Setelah pengujian hipotesis dilakukan, yang dapat dilakukan peneliti adalah:
- membuat interpretasi tentang hasil penelitiannya
- menjeneralisasi kesimpulan tersebut, yaitu membentuk teori.
Persiapan laporan
Tahap akhir penelitian adalah mempersiapkan laporan hasil penelitian. Laporan harus memperhatikan beberapa hal berikut:
- Layout laporan:
- halaman depan,
- teks utama (isi utama laporan) dan
- halaman belakang (back matter)
- bagian utama